oleh

Istikhoroh Presiden Jokowi

SIN-Pilkada tetap dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020, tidak bisa ditunda karena ini dan itu.

Pilkada untuk memilih 9 (sembilan) Gubernur/Wakil Gubermur dan memilih 261 Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota harus ditunda karena ini dan itu.

Dua sudut pandang tersebut sangat mendominasi wacana publik seminggu terakhir, bahkan sampai diangkat menjadi tema ILC Selasa (22/9).

Penulis ikut diwawancarai Tim ILC sebagai bahan rapat tim untuk penentuan Narasumber yang akan diundang. Keputusannya, tidak diundang.

Baca Juga  Tarif Rapid Test Antigen Terbaru Di Stasiun Turun Jadi Rp85.000

Perdebatan tokoh-tokoh dari kedua sudut pandang tersebut sangat objektif dan argumentatif.

Argumentasi yang dikemukakan pun basisnya adalah demi kepentingan masyarakat.

Konstitusi dan Undang Undang dirujuk berbarengan dengan penyajian fakta-fakta dilapangan.

Bahkan di ILC, Pak Karni Ilyas menutup ILC dengan mengutip azaz hukum yang dikemukakan filsuf Cicero sekitar dua ribu tahun lalu : Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, bahkan diatas Konstitusi.

Memperhatikan debat berkualitas tersebut rasanya Presiden bakal seperti makan buah simalakama, dimakan Ibu mati, tidak dimakan Bapak mati. Apalagi PBNU dan PP Muhammadiyah ikut memberikan pandangan dan usulan, Komnas HAM pun memperjelas posisinya.

Baca Juga  Jauh dari Ideal, PSBB Kota Tangsel Diperpanjang 19 Desember

Apapun keputusan akhir Presiden, nampaknya akan sulit memuaskan kedua belah pihak secara bersamaan.

Seolah tidak ada jalan untuk bersatu, memilih berarti menolak. Presiden memilih pandangan yang ini berarti Presiden mengabaikan pandangan yang itu. Repot deh pokoknya.

Namun, menurut hemat penulis, bagaimana proses Presiden mengambil keputusan, akan menyatukan kedua kelompok yang memiliki sudut pandang berbeda tajam tersebut, apapun keputusan akhirnya yang diambil Presiden.

Baca Juga  Penyediaan Pangan untuk Antisipasi Krisis Akibat Covid-19

“Saya, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, setelah mendengar, membaca masukan dari segala elemen lapisan masyarakay terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020, dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh memilih untuk melaksanakan sholat istikhoroh di sepertiga malan terakhir dan hasil sholat istikhoroh saya adalah…… bismillah”

Penulis meyakini, setelah pengumuman tersebut, kedua kelompok akan menyatu di belakang Presiden dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020, insya Allah.

 

Sumber: Siberindo.com

Komentar

News Feed