oleh

Di Indonesia Lebih dari 6 Ribu Tenaga Medis Terpapar Covid-19

SIN – Asosiasi organisasi profesi tenaga kesehatan di Indonesia mencatat setidaknya 6.680 petugas medis terinfeksi Covid-19 selama pandemi sejak kasus pertama diumumkan awal Maret 2020.

Jumlah kematian petugas medis itu terdiri dari 2.979 perawat, 2.291 bidan, 803 apoteker, 115 orang dokter gigi, dan 492 petugas di laboratorium medik yang memeriksa sampel spesimen.

Data tersebut dihimpun oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki).

Baca Juga  Camat Pasar Kemis terpapar covid-19, Pelayanan Secara Online

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Faqih mengatakan penularan di antara tenaga kesehatan tergolong tinggi karena bersentuhan dengan pasien Covid-19.

Menurut Daeng, asosiasi organisasi kesehatan telah berdiskusi dengan pemerintah untuk memfasilitasi pemeriksaan rutin terhadap tenaga medis. ”Kami berharap dengan terperiksanya secara rutin, itu akan menekan risiko yang serendah-rendahnya risiko penularan,” kata Faqiah melalui konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (23/9).

Baca Juga  Dinas Pendidikan Kota Salatiga Sambut Baik Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas

Pemeriksaan sudah mulai berjalan di Jabodetabek, namun IDI berharap hal serupa bisa segera dilaksanakan di daerah dengan kasus Covid-19 yang cukup tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Pemerintah juga diminta terus menambah kapasitas pelayanan di fasilitas kesehatan agar tenaga medis tidak kelelahan.

”Ini untuk melindungi tenaga medis, juga kawan-kawan yang membantu membersihkan, mengurus alat-alat. Kalau kapasitas tidak ditambah, risikonya bisa kelelahan dan lebih rentan tertular,” tutur Faqih.

Baca Juga  Malaysia Akan Menghadapi Gelombang Keempat COVID-19

Selain itu, IDI juga mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan. ”Kalau penularan tetap tinggi, segiat apa pun kita menambah kapasitas, nanti akan terlampaui kapasitas itu,” lanjut dia.

 

siberindo.com

Komentar

News Feed