Jakarta – Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia kali ini akan jatuh pada 19 Oktober 2021, Biasanya perayaan dihiasi dengan berbagai macam tradisi dan makanan tradisional khas.
Berikut daftar 8 makanan tradisional khas di perayaan Maulid Nabi Muhammad dari berbagai sumber.
1. Nasi Tumpeng
Nasi tumpeng menjadi tradisi yang biasa ada pada perayaan Maulid Nabi, seperti tumpeng rasulan.
Tumpeng rasulan dibuat untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Isi tumpeng ini banyak diadopsi menjadi “sega gurih” yang banyak dijual saat Sekaten.
Nasi tumpeng biasa terdiri dari nasi kuning yang dibentuk menjadi kerucut tinggi dengan berbagai jenis lauk, seperti ayam goreng, urap, perkedel dan beberapa jenis lauk dan berjumlah tujuh macam.
2. Ampyang Maulid
Ampyang Maulid berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Ampyang adalah tandu yang berisi nasi kepal beserta lauk dan sayuran yang dibungkus dengan daun jati. Tidak lupa dilengkapi dengan kerupuk ampyang atau kerupuk warna-warni khas Kudus.
Selain nasi kepal, ada gunungan berisi buah-buahan dan hasil sayuran lain. Ratusan nasi bungkus ini kemudian akan diperebutkan warga.
Sebelumnya ampyang didoakan lebih dahulu oleh tokoh pemuka dan sesepuh agama Islam di Loram Kulon. Pembagian ampyang jadi puncak acara setelah kirab berakhir.
3. Sumpil
Sumpil yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah merupakan makanan berbahan dasar beras sejenis ketupat tetapi dibungkus daun bambu dan dibentuk limas segitiga.
Bentuk limas segitiga ini, memiliki arti sendiri. Garis segitiga ke atas menandakan hubungan antara manusia dengan Allah atau habluminallah. Sementara garis ke bawah menandakan hubungan sesama manusia atau habluminannas.
Sumpil biasanya dsajikan pada acara tradisi weh-wehan atau hantaran saat peringatan Maulid Nabi Muhammad.
4. Kuah Beulangong
Kuah beulangong merupakan kuah kari kambing yang dimasak ke dalam beulangong. Beulangong adalah belanga yang berukuran sangat besar.
Kuah beulangong terdiri dari daging kambing yang dicampur dengan nangka muda.
Makanan ini berasal dari Aceh. Masyarakat Aceh biasanya memasak kuah beulangong di berbagai perayaan, seperti kenduri, penyambutan kelahiran, pesta pernikahan, dan masih banyak lagi.
5. Nasi Suci Ulam Sari
Nasi suci ulam sari biasanya muncul saat perayaan Maulid Nabi Muhammad di Pacitan, Jawa Timur. Nasi ini memiliki simbol permohonan masyarakat supaya dijauhkan dari mara bahaya dan diberkahi Tuhan.
Biasanya nasi suci ulam sari disajikan pada malam 12 Rabiul Awal. Nasi ini dibawa setiap kepala keluarga ke rumah tokoh masyarakat atau masjid kampung.
Nasi suci ulam sari merupakan nasi uduk yang dibentuk tumpeng berbagai ukuran. Kemudian di atasnya diberi lauk ayam utuh yang direbus dan ditambah pelengkap lain seperti sayuran.
6. Endog-Endogan
Banyuwangi memiliki makanan khas saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu endog-endogan.
Endog dalam bahasa Indonesia artinya telur. Telur direbus biasa lalu ditusuk dengan bambu kecil. Tusukan tersebut kemudian dihias dengan kembang kertas yang disebut kembang endog.
Kembang endog ini lalu ditancapkan pada jodang, yakni pohon pisang yang juga dihias dengan kertas warna-warni.
Jodang-jodang tersebut kemudian diarak keliling kampung. Diiringi dengan alat musik tradisional seperti alat musik patrol, terbang, atau rebana. Setelahnya, barulah telur dibagikan pada masyarakat selepas pengajian dan makan bersama.
Tradisi endog-endogan memiliki filosofi yang tinggi dari adanya lapisan pada telur. Endog atau telur memiliki tiga lapisan, kulit telur, putih telur dan kuning telur.
Kulit telur diibaratkan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang muslim.
Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT.
Lalu kuning telur melambangkan keihsanan, dimana seorang Islam yang beriman akan memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Allah SWT.
7. Nasi Kebuli Khas Betawi
Nasi kebuli adalah nasi berbumbu yang bercitarasa gurih yang dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis.
Nasi kebuli biasa hadir disetiap peringatan Maulid Nabi atau pada acara tradisi lain di berbagai wilayah Indonesia.
8. Kue Kolombengi dan Wapili
Kue kolombengi dan wapili menjadi hiasan tolangga atau usungan untuk menyambut perayaan walima atau Maulid Nabi Muhammad di Gorontalo.
Tolanggan dibuat dari kayu atau rotan yang berbentuk menara atau perahu. Dari pucuk sampai ke bawah, biasanya dipenuhi oleh dua jenis kue khas ini.
Kolombengi atau plemben terbuat dari telur dan tepung terigu. Biasanya masyarakat sudah membuat kue kolombengi sejak beberapa hari sebelum perayaan Maulid karena jumlah yang dibutuhkan bisa mencapai ribuan kue.
Sementara kue wapili atau wafel memang mirip dengan waffle khas Belgia. Bedanya, kue ini dibuat dengan bahan berupa tepung beras, gula merah, santan, dan telur. Namun secara umum tekstur dan tampilan antara wapili dan waffle hampir sama. (*/cr1)
Komentar