oleh

Perempuan Lulusan Amerika Serikat Pimpin Diklat SMSI

JAKARTA, SIN.CO.ID – Perempuan jurnalis senior yang telah berpengalaman bekerja di media berbagai platform itu kini mengabdikan dirinya sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Serikat Siber Indonesia (SMSI) Pusat.

Srikandi jurnalis ini nampaknya menguasai semua platform media, mulai cetak, penyiaran radio dan televisi, serta siber. Terakhir selain mengajar di perguruan tinggi, ia menjadi dewan redaksi IndonesiaToday.co, media siber berbahasa Inggris.

“Kami berharap dia mampu mengembangkan skill dan pengetahun anggota SMSI yang berjumlah 1.224 pengusaha media siber dan para wartawan mereka,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus beberapa hari lalu setelah mengangkat dia menjadi ketua bidang diklat SMSI Pusat.

Nama lengkap dan gelar Srikandi tersebut adalah Dr. Dra. Retno Intani ZA, MSc. Anak dari pasangan Mayor Zainal Arifin dan Hj Suyatmi ini lahir di Yogyakarta tanggal 24 Oktober.   Di SMSI Retno menggantikan Mohammad Nasir yang kini menjadi Sekretaris Jenderal SMSI, menggantikan  HM Untung Kurniadi yang naik menjadi Wakil Ketua Umum SMSI.

Retno mengawali pendidikan formal di SD Muhammadiyah Ngupasan, Yogyakarta (1972).Lalu melanjutkan sekolah di SMP Negeri II Yogyakarta (1975) dan menamatkan SMA Negeri I Teladan, Yogyakarta (1979).

Retno kemudian melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta  jurusan Sastra Inggris. Ketika tahun kedua menjalani perkuliahan, ia tertarik dengan pengumuman lowongan kerja di TVRI dan mendaftar. Tak dinyana, setelah melalui beberapa kali tes uji, dia diterima bekerja di TVRI Yogyakarta. Ia jalani kuliah sambil berkerja dan karena itu, Retno menyelesaikan kuliahnya di tahun 1990.

Kemudian ia memperoleh bea siswa dari OTO Bapennas RI untuk kuliah di Amerika Serikat dan mendapat gelar Master of Communications Radio& TV dari Murray State University, KY USA (1995).

Atas bea siswa Universitas  Prof Dr Moestopo (B), Retno memperoleh gelar doktor dari Pasca Sarjana Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung pada 2012.

Baca Juga  SMSI Temui MPR RI: Soal Penembakan Wartawan, Komnas HAM Perlu Bentuk Tim Pencari Fakta

Selain menyelesaikan pendidikan formal untuk terus memperdalam keilmuannya, Retno telah mengikuti berbagai pelatihan diantaranya, TV Production, Surabaya-Jakarta-Yogyakarta, Development Broadcasting Unit /DBU (Rural&Women), Indonesia, Training Of Trainers /TOT Instruktur TVRI, Medan, TV Programming (Aquisition & Schedulling) – Berlin, Jerman, Broadcast Management AIBD – FES, Indonesia, Transition to Publicly Accountable Broadcasting- Perth&Sydney-Australia, Benchmarking TV Publik – KBS, Seoul Korsel (2000), Gender and TV
Programming – CCTV, Beijing-China (2006), Benchmarking TV Publik
Bersama Komisi 1 DPR RI, Kominfo & RRI ke BBC, London (2010), Uji Kompetensi Wartawan Utama PWI, Jakarta (Maret, 2013), Pendidikan Training of Trainers Penguji Kompetensi Wartawan/PWI, Yogyakarta (2017), Penyegaran TOT UKW Dewan Pers, Jakarta (Oktober  2018), dan, penyegaran TOT UKW Dewan Pers/PWI, Jakarta (Februari, 2019).

Selain itu Retno juga pernah mengikuti Penataran P4 (1982), Pendidikan Administrasi Umum /ADUM, Jakarta – Indonesia (1998), serta pendidikan singkat Angkatan XVII/PPSA XVII Lemhannas RI, Jakarta pada 2011.

Lebih jauh mengenal sosok Retno Intani, di dunia pertelevisian yang telah membesarkan namanya, Retno pernah menjabat Kepala Seksi Siaran TVRI Yogyakarta (1999), General Manager Kerjasama Usaha Perjan TVRI (2000), Manajer Perencanaan Siaran PT TVRI Kantor Pusat (2004), karier puncaknya di TVRI sebagai Dewan Pengawas LPP TVRI periode 2006-2011 SK Presiden RI No 77/M/2006.

Selesai menjabat di TVRI, Retno diminta untuk membangun tv Muhammadiyah dan diberi amanah sebagai Direktur Program dan Pengembangan Usaha  tvMu (Maret 2014 – Januari 2017). Retno juga merupakan anggota Dewan Redaksi Majalah Telaah Strategis (Telstra) Ikal Lemhannas RI dimulai  2017 dan menjadi Penguji UKW PWI sejak Agustus 2018.

Baca Juga  Firdaus: PWI dan SMSI Bagaikan Dua Sisi Mata Uang

Di tengah kesibukanya, Retno juga masih menyempatkan diri berbagi ilmunya. Pada saat di bertugas di Yogyakarta pernah menjadi dosen tamu Multi Media Training Centre, Yogyakarta,  Dosen tamu PPS Fak Sastra UGM, berlanjut Dosen tamu Fakultas  Seni Media Rekam ISI Yogyakarta,

Ketika bertugas di TVRI Pusat, Retno sempat membantu mengajar di Fikom Universitas Pancasila Jakarta (Juli 2013-2017), Pasca Sarjana  Universitas Mercu Buana Jakarta (2013-2017),

Saat ini, Retno menjadi dosen tetap Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Dosen tidak tetap di Program Pasca Sarjana Univ Prof Dr Moestopo, Associate Faculty Member Marcomm Universitas Bina Nusantara.

Profesinya sebagai jurnalis, juga mengantarkan Retno di berbagai pengalaman berharga meliputi, produksi bersama kru NHK film dokumenter “Rice In Japan Today”, Tokyo, Jepang (1986), reporter-produser, Reporter ASEAN Award On Culture, Communication And Literary Works–pemberian penghargaan
kepada Teguh Karya di Singapura (1987), Produksi bersama produser NOVA WBGH untuk TV Publik PBS, AS film dokumenter “So You Want To Be A Doctor” (1989).
reporter-produser, Produksi Bersama Paket percontohan features Development Broadcasting Unit sinergi RIDC-AIBD-RTF di Bandung dan Yogyakarta,   reporter-produser, mengikuti the 52nd National Convention of The National Broadcasting Society (NBS) di CNN, Atlanta AS (1994), 40th National Convention of Broadcast Education Association, Las Vegas, AS (1995), 1st Convention of Interdicipline Environment Ass (IEA) Boston, AS (1995), Mengikuti PREPUT & INPUT Stuttgart, Jerman (1998), meeting di Hanoi, Vietnam (2009) dan The 9th ADB Meeting di Singapura (2010), peserta The 6th ASEAN DIGITAL BROADCASTING (ADB) MEETING, Singapura (2007),The 7th ADB Meeting di Denpasar, Bali (2008); Special ADB Meeting di Quezon, Philipina (2008), The 8th ADB, Mengikuti The 22rd Annual AMIC Conference (July 2013).

Ia mengikuti pula berbagai seminar&workshop penyiaran dalam dan luar negeri sebagai peserta, moderator ataupun narasumber (mulai 2012), dan reviewer Mitra Bestari Sekolah Tinggi MMTC (mulai 2017).

Baca Juga  HIPKA Dukung Langkah – langkah Strategis Anindya Bakrie

Seiring dengan perjalanannya selama puluhan tahun di dunia jurnalis, telah banyak pula karya tulis baik itu buku dan artikel yang dilahirkan Retno Intani.

Buku “TVRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik- Reinvensi dan Implementasi atas Pemaknaan TV Publik”,  merupakan salah satu karya Retno yang diterbitkan pada 2017. Buku lainya bertajuk “Perilaku Nasionalistik Masa Kini dan Ketahanan Nasional” kumpulan tulisan dan rancangan Retno bersama alumni PPSA XVII Lemhannas RI 2011 yang dieditori oleh Bahar Buasan.

Lalu buku berjudul 33 Profil Budayawan Indonesia yang merupakan tulisan dan rancangan Retno bersama seniman- wartawanYogyakarta. Editor Ashadi
Siregar, Penerbit Pustaka Sinar Harapan & Gramedia, Jakarta (1990),  dan puluhan artikel serta karya audio visual yang telah dipersembahan Retno Intani kepada publik.

Karya-karya audio visualnya seringkali masuk nominasi dan memenangkan berbagai festival seperti Special Prize, Japan Prize Contest (1986) untuk karya feature Air Sumber Kehidupan, nominasi katagori dokumenter FFI (1988) untuk karya dokumenter (Profil Budayawan) pelukis Affandi & berbagai penghargaan Gatra Kencana TVRI.

Disamping aktivitas dan pengalaman di dunia jurnalistik, sederet pengalaman Retno Intani di berbagai organisasi, turut mewarnai jejak langkah Retno merupakan pengurus Majelis Pustaka Informasi Muhammadiyah sejak 2015, Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia mulai tahun 2013, pengurus Ikatan Alumni PPSA XVII Lemhannas tahun 2012-2013, Ketua Tim Rancangan Penggabungan TVRI-RRI tahun  2010, pengurus Yayasan Jati Diri Bangsa sejak 2007 hingga Maret 2020,  juri Lomba Produksi Program TV Gatra Kencana th 2008, th (2009-2010),  Juri /pra seleksi Asia-Pacific Broadcasting Union Awards (2009- 2010) dan sederet pengalaman lainya. (***).

Komentar

News Feed