oleh

Seharusnya Aktor Intelektual Terus Diburu

SIN– Anggota Polda Metro Jaya menyelidiki dan memburu aktor intelektual yang diduga menggerakkan pelajar untuk menyusup dan membuat kericuhan saat unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada beberapa waktu lalu.

”Bagian ke atasnya nanti akan kita kejar, kita masih melakukan penyelidikan, kita akan kejar sampai mana pun,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus di Markas Komando Polda Metro Jaya, Kamis (22/10).

Saat ini, petugas Polda Metro Jaya telah mengamankan dan menetapkan tersangka terhadap tiga pemuda berstatus pelajar berperan sebagai admin grup Facebook dan Instagram yang memuat hasutan dan provokasi terhadap sejumlah siswa setingkat sekolah menengah atas (SMA) itu.

Baca Juga  Kabar Duka, Salah Satu Anggota Legislatif Lebak Meninggal Dunia

”Kalau dilihat bagaimana isi dari grupnya itu, bawa apa, ketemu polisi nanti seperti apa, bikin rusuh, bakar ini dan itu, ada di grup itu. Macam-macam disampaikan dalam grup itu, memang sudah penghasutan, termasuk tanggal 8,13 dan 20 Oktober kemarin sudah disebarkan semuanya, itu bentuk penghasutan,” ungkap Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihak kepolisian akan memeriksa secara intensif ketiga tersangka tersebut untuk mencari pelaku utama yang mengendalikan para admin akun media sosial provokatif tersebut.

Baca Juga  PPLN Hongaria Sosialisasi Pemilu 2024 dan Nobar Film 'Kejarlah Janji"

”Nah kita cari atasnya, ini adminnya dulu. Kita selidiki lagi nanti sampai atasnya,” pungkas Yusri.

Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya membekuk tiga pemuda berstatus pelajar tersebut berinisial MLAI (16), WH (16), dan SN (17).

Tersangka MLAI dan WH diamankan polisi karena berperan sebagai admin grup Facebook “STM Se-Jabodetabek” yang memuat hasutan kepada para pelajar untuk membuat kerusuhan saat berlangsungnya unjuk rasa.

Baca Juga  Tersangka Kasus Kerumunan Petamburan, Penyidik Polda Metro Jaya Akan Melakukan Penangkapan

Grup Facebook “STM se-Jabodetabek” tersebut diketahui mempunyai sekitar 20.000 anggota.

Sedangkan, pemuda lainnya berinisial SN sebagai admin akun Instagram “@panjang.umur.perlawanan” juga memuat konten hasutan dan provokasi untuk membuat kerusuhan.

Ketiganya juga diketahui mengajak para pelajar untuk terlibat dalam demo yang berakhir ricuh pada Kamis (8/10) dan Selasa (13/10).

Akun media sosial tersebut juga kembali mengajak membuat kerusuhan kepada para pengikutnya di media sosial dalam aksi demo pada Selasa (20/10). 

 

sumber : siberindo.co

Komentar

News Feed