oleh

Pelaku Usaha Kecil Santuni Yatim Piatu

sin – Para pelaku usaha kecil yang tergabung dalam Komunitas Usaha Kecil Menengah (UKM) Lebak Sejahtera menggeledar acara bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan janda tua. Pemberiann santunan tersebut dalam rangka wujud keperdulian para pelaku usaha kecil kepada masyarakat kurang beruntung di Kabupaten Lebak.

Bertempat di Kampung Rancasema, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, ratusan anak yatim dan janda mendapatkan bingkisan sembako dan sekedar uang saku. Dikatakan oleh Ade Purna, koordinator Komunitas UKM Lebak Sejahtera, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin yang digelar oleh komunitas UKM, apalagi ditengah Pandemi Covid 19 ini kata Ade, ia ingin berbagi dengan masyarakat.

Tidak besar memang kata Ade, namun setidaknya, bantuan yang diberikan merupakan secercr harapan bagi para penerimanya. Apalagi, mayoritas penerima santunan benar benar berasal dari warga kurang mampu.

Baca Juga  Peduli Covid, PT. BBJ Bantu 10 Ton beras Kepada Pemkab Lampung Selatan Melalui Tim Gugus Tugas

“Sedikitnya 100 orang anak yatim dan janda kurang mampu kami berikan santunan. Sumbangan ini berasal dari iuran dari kawan kawan pengusaha kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Lebak, kegiatan ini kami lakukan secara rutin. Meski jumlahnya tidak banyak, namun setidaknya, apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,”kata Ade, kepada wartawan, Rabu(14/10).

Ade menambahkan, ditengah Pandemi Covid 19 ini, para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Lebak sangat berpengaruh pada pendapatan. Lantaran, daya beli masyarakat menurun. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelaku usaha untuk tetap melaksanakan bakti sosial.

“Jelas penghasilan kita menjadi menurun, karena daya beli masyarakat sangat minim. Namun, kita tetap semangat untuk menggelar bakti sosial,”ungkap Ade.

Ade menambahkan, ditengah Pandemi Covid 19 ini, para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Lebak sangat berpengaruh pada pendapatan. Lantaran, daya beli masyarakat menurun. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelaku usaha untuk tetap melaksanakan bakti sosial.

Baca Juga  SMSI Imbau Pers Luruskan Informasi Sesuai Fakta

“Jelas penghasilan kita menjadi menurun, karena daya beli masyarakat sangat minim. Namun, kita tetap semangat untuk menggelar bakti sosial,”ungkap Ade.

Ade menambahkan, ditengah Pandemi Covid 19 ini, para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Lebak sangat berpengaruh pada pendapatan. Lantaran, daya beli masyarakat menurun. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelaku usaha untuk tetap melaksanakan bakti sosial.

“Jelas penghasilan kita menjadi menurun, karena daya beli masyarakat sangat minim. Namun, kita tetap semangat untuk menggelar bakti sosial,”ungkap Ade.

Ade menambahkan, ditengah Pandemi Covid 19 ini, para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Lebak sangat berpengaruh pada pendapatan. Lantaran, daya beli masyarakat menurun. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelaku usaha untuk tetap melaksanakan bakti sosial.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Nasional, HIPMI Berharap Pinjaman Lunak 19 Triliun Bisa Dicairkan

“Jelas penghasilan kita menjadi menurun, karena daya beli masyarakat sangat minim. Namun, kita tetap semangat untuk menggelar bakti sosial,”ungkap Ade.

Ade menambahkan, ditengah Pandemi Covid 19 ini, para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Lebak sangat berpengaruh pada pendapatan. Lantaran, daya beli masyarakat menurun. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelaku usaha untuk tetap melaksanakan bakti sosial.

“Jelas penghasilan kita menjadi menurun, karena daya beli masyarakat sangat minim. Namun, kita tetap semangat untuk menggelar bakti sosial,”ungkap Ade.

Royati, salah seorang Janda jompo mengaku berterima kasih dengan adanya bantuan dari para pelaku UKM. Kata dia, bantuan uang saku tersebut akan digunakan untuk membeli beras,”Lumayan pak buat beli beras,”kata Royati.

sumber:siberindo.co

Komentar

News Feed