oleh

Makna Relief Borobudur Perkuat Pemahaman dan Keyakinan Umat Buddha terhadap Dhamma

SIN.CO.ID – Umat Buddha baru saja memperingati Āsāḷha Mahāpūjā di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur. Peringatan ini mengenang kembali Khotbah Pertama Buddha Gotama kepada lima pertapa di Taman Kijang Isipatana yang dikenal sebagai Pemutaran Roda Dhamma.

Pelaksanaan Āsāḷha Mahāpūjā di Candi Borobudur memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam bagi umat Buddha, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat keyakinan, memperdalam pemahaman Dhamma, serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Secara historis, Candi Borobudur memiliki keterkaitan yang erat dengan peristiwa Khotbah Pertama Pemutaran Roda Dhamma, sebagaimana tergambar dalam rangkaian relief pada dinding candi. Relief tersebut menjadi penanda penting perjalanan kehidupan dan ajaran Buddha Gotama yang menggambarkan nilai spiritual.

Baca Juga  Insan pariwisata Indonesia Gelar musda DKI Jakarta nyook kita bangkit bareng bareng nyook

Bhante Sri Paññavaro Mahāthera menyampaikan bahwa di antara candi-candi peninggalan zaman klasik Hindu dan Buddha, hanya Candi Borobudur yang pada reliefnya memuat peristiwa khotbah pertama Guru Agung Buddha Gotama.

“Relief itu berada pada lorong pertama di dinding utama bagian atas di bagian terakhir kisah kehidupan Guru Agung,” jelas Bhante di Magelang, Rabu (5/8/2026).

Menurut Bhante tidak ada inskripsi di Candi Borobudur ataupun di prasasti-prasasti bahwa relief kehidupan Buddha Gotama sejak Beliau masih sebagai Bodhisattva di Tusita Devaloka hingga khotbah pertama di Taman Kijang, Isipatana berpedoman pada nakah Lalitavistara.

Baca Juga  Kolaborasi Sukseskan Vaksinasi Covid-19 bagi Awak Media

Lebih lanjut Bhante Pañña menyampaikan bahwa Lalitavistara adalah satu-satunya naskah yang memuat kisah kehidupan Guru Agung dengan dipuncaki khotbah pertama kepada lima pertapa pada purnama di bulan Āṣāḍha (Āsāḷha).

“Setelah peristiwa khotbah pertama tersebut, naskah Lalitavistara selesai tidak ada lagi kisah Guru Agung hingga mangkat, Parinibbāna. Ini persis dengan relief di Candi Borobudur tentang riwayat kehidupan Guru Agung Buddha Gotama yang sudah selesai setelah peristiwa Khotbah Pertama Pemutaran Roda Dhamma,” terangnya.

Baca Juga  Badan POM Diminta Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara

Bhante juga menyebut bahwa setiap tahun, Saṅgha Theravāda Indonesia menyelenggarakan pujabakti untuk memperingati Khotbah Pertama Buddha Gotama atau Hari Raya Āṣāḍha atau Āsāḷha. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Taman Lumbini, halaman timur Candi Borobudur, dan diikuti sekitar 10.000 hingga 12.000 umat Buddha.

Keberadaan relief Khotbah Pertama di Candi Borobudur menunjukkan bahwa warisan tersebut tidak hanya memiliki nilai seni dan sejarah, tetapi juga menyimpan pesan spiritual yang penting bagi umat Buddha dan menjadi pengingat tentang awal pembabaran Dhamma oleh Buddha Gotama.

News Feed