oleh

Perempuan Dalam Bingkai Sejarah

Nama : Asna Ningsih

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam

Universitas Islam Negeri STS Jambi

SIN –Annisa Syaqa-iq ar-Rijal ( Perempuan adalah belahan jiwa laki-laki ) begitulah hadist tentang perempuan. Ini menandakan bahwa islam menempatkan perempuan berdampingan dengan laki-laki dalam eksistensi, menunaikan peran kehidupannya dan dalam hak serta kewajiban. Perjuangan meningkatkan kualitas hidup perempuan adalah perjuangan memperbaiki kualitas hidup separuh masyarakat. Perempuan mempunyai dunianya sendiri yang harus juga di perjuangkan oleh nya sendiri.

Didalam dunia pergerakan,perempuan mempunyai kekuatannya tersendiri. Pergerakan perempuan yang diprakarsasi oleh R.A Kartini yang menuntut adanya kebebasan perempuan berpendidikan yang sama dengan laki-laki. Pada saat itu, issu mengenai kesetaraan gender belum ramai diperbincangkan. Walaupun tidak bergerak dalam wadah organisasi,yang dilakukan oleh R.A Kartini itu mampu menginspirasi para perempuan untuk memikirkan posisi kesejahteraan sosial perempuan.

Baca Juga  Siapa Takut Kuliah di Luar Negeri, Simak Pengalaman Mahasiswa Lampung Ini !

Pada perjalanan sejarahnya, gerakan perempuan di indonesia dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan keterlibatan mereka dalam kehidupan bermasyarakat muncul bersamaan dengan hadirnya gerakan kebangsaan pada masa penjajahan belanda. Kebangkitan gerakan perempuan pada masa kolonial ditandadi dengan penyelenggaraan Kongres perempuan pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928 Di Jogjakarta. Kongres ini bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dalam berpendidikan dan pernikahan.

Baca Juga  “Peningkatan Kapabilitas Manajerial 90 Kepala SMK”

Dari masa ke masa perempuan sudah banyak berkontribusi untuk membangun negri ini. Bahkan, dalam sejarah perjuangan indonesiapun mencatat banyak nama perempuan-perempuan indonesia yang ikut berjuang demi kemerdekaan bangsa ini. Seperti Cut Nyak Dhien,yang mampu menggantikan peran suaminya sebagai pemimpin perjuangan rakyat aceh melawan penjajah,Kartini yang melalui tulisan-tulisan nya mencoba mengangkat hak-hak perempuan,Dan Rohana Kudus yang mendirikan usaha bersama dan surat kabar perempuan pertama di indonesia,telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah negeri ini.

Perempuan punya kekuatan dan punya kemampuan yang besar dalam arah pergerakan nya. Tetapi, terkadang pemikiran dan gerakan perempuan di kerdilkan oleh lingkungan nya sendiri.
Seharusnya, perlu ada nya pelatihan peka gender untuk semua perempuan dan laki-laki. sehingga adanya organisasi-organisasi perempuan yang benar-benar memiliki arah pergerakan yang jelas dan mampu memberikan solusi kongkrit terhadap permasalaahan-permasalahan perempuan.

Baca Juga  Ceklist Kesiapan Sekolah Jadi Syarat dalam Tatap Muka Terbatas

Di dalam buku Nawal El Saadawi ia mengatakan ” Unity is power,without unity women cannot fight dor their rights anywhere” .
Persatuan itu kekuatan,tanpa persatuan perempuan tidak akan bisa bertanding dan tidak akan bisa bertarung memperebutkan haknya….

“Jadilah perempuan yang hebat tanpa melupakan kodrat dan tugas”

sumber : siberindo.com

 

Komentar

News Feed