oleh

Deo Gloria et Patria: Ungkapan Syukur dan Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

SIN.CO.ID – Indonesia genap berusia 81 tahun kemerdekaan pada 17 Agustus 2026. Dari ujung barat sampai ujung timur, bendera Merah Putih kembali ramai berkibar. Suara nyanyian Indonesia Raya kembali menggema. Perayaan, lomba, dan upacara pun menjadi tanda syukur kita.

Di balik sukacita ini, terdapat pertanyaan penting bagi segenap warga negara Indonesia khususnya umat beriman, “Apakah kemerdekaan ini hanya untuk dirayakan satu hari itu saja atau untuk dihidupi setiap hari?”

Sebagai umat beriman, terdapat sebuah semboyan dalam bahasa Latin yang bisa menuntun arah syukur kita: Deo Gloria et Patria, yang dalam bahasa Indonesia, artinya “Kemuliaan bagi Allah dan untuk Tanah Air.”

Baca Juga  Risma: Bantuan akan Sia-sia Jika Masyarakat Tidak Disiplin

Pertama, Deo Gloria (Kemuliaan bagi Allah). Kita percaya kemerdekaan bukanlah kebetulan. Di balik keringat dan darah para pahlawan, ada tangan Tuhan yang menuntun bangsa ini. Karena itu wujud syukur kita tidak boleh berhenti di perkataan saja.

Deo Gloria, berarti menjadikan setiap pekerjaan sebagai ibadah panjang. Guru yang mendidik dengan sabar, dokter yang melayani tanpa membeda-bedakan, petani yang menanam untuk memberi makan bangsa, pegawai yang bekerja jujur tanpa korupsi waktu, anak muda yang berkarya tanpa menyebar hoaks. Semua itu memuliakan Tuhan.

Syukur juga terlihat ketika kita menolak hal yang merusak: korupsi, intoleransi, fitnah, dan perpecahan. Iman yang benar akan melahirkan warga negara yang baik. Karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mengasihi keadilan dan kebenaran.

Baca Juga  Di Kalbar, Muzani Optimis Prabowo Menang: 15 Tahun Kita Menanti Kemenangan

Kedua, et Patria (dan untuk Tanah Air). Iman tidak memisahkan kita dari bangsa. Justru iman memanggil kita untuk hadir di tengah bangsa. Ini senada dengan Yeremia 29: 7 yang mengatakan “Usahakanlah kesejahteraan kota, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu juga.”

Et Patria berarti kita tidak hanya menuntut hak, tapi juga memberi kontribusi. Mencintai produk lokal, menjaga kebersihan lingkungan, menghargai perbedaan suku dan agama, serta taat pada aturan. Et Patria juga berarti mendoakan bangsa, mendoakan para pemimpin, Tentara Negara Indonesia, Polisi Republik Indonesia, dan semua orang yang bekerja untuk negara.

Baca Juga  Seminar Kebudayaan : Kilas Balik 25 Tahun Provinsi Banten, Meneguhkan Identitas, Menggali Potensi, dan Menatap Masa Depan Budaya Banten

Deo Gloria tanpa et Patria membuat iman menjadi tertutup dan tidak berdampak. Et Patria tanpa Deo Gloria membuat nasionalisme kehilangan arah dan nilai. Keduanya harus berjalan bersama.

Di usia kemerdekaan ke-81, tantangan Indonesia tidak semakin ringan, antara lain: ketimpangan, krisis iklim, dan derasnya informasi. Karena itu mari berhenti menjadi penonton yang hanya mengeluh. Mari mulai menjadi pembangun yang bekerja dan berdoa. Jadikan setiap 17 Agustus sebagai pengingat bahwa hidup kita dipanggil untuk dua hal, memuliakan Tuhan dan membangun Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia. Deo Gloria et Patria. Tuhan memberkati negeri ini.

News Feed