oleh

Indonesia–Japan Transportation and Infrastructure Business Forum & Business Matching: Strategi Mendorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

SIN.CO.ID – Sebagai upaya penguatan investasi dalam pembangunan infrastruktur yang merupakan tulang punggung (backbone) dan roda penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkolaborasi dengan KBRI Tokyo menyelenggarakan Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching tanggal 27-28 Agustus 2026 di KBRI Tokyo, Jepang. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemilik proyek Indonesia dengan investor, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, serta mitra strategis Jepang guna mendorong terbentuknya kerja sama dan investasi yang lebih konkret.

Dalam forum tersebut, Indonesia membawa 32 proyek investasi strategis dari 9 BUMN/BUMD yang mencakup sektor jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian (housing and township development), properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, serta fasilitas fabrikasi baja (steel fabrication). Seluruh proyek tersebut telah dikurasi dan dipersiapkan sebagai peluang investasi yang menarik untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan mitra strategis Jepang.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo DCM Maria Renata Hutagalung menyampaikan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang telah terjalin selama sekitar tujuh dekade. Jepang merupakan salah satu mitra yang paling konsisten dan terpercaya dalam mendukung pembangunan Indonesia, yang tercermin antara lain melalui dukungan terhadap berbagai proyek strategis seperti MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban. Melalui forum ini, kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong investasi, pengembangan kapasitas, serta transfer pengetahuan dan teknologi.

“Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%, inflasi terkendali pada 3,34% (year-on-year), dan realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun. Kepercayaan investor juga tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook oleh S&P Global Ratings, serta hasil Survei JETRO FY2025 yang menunjukkan bahwa 69,1% perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.

Baca Juga  FGD Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta – DPD RI Bahas Urgensi Desentralisasi

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029, Pemerintah terus mendorong investasi produktif yang dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. Dalam konteks tersebut, penguatan kemitraan dengan Jepang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi di Indonesia.

Secara khusus, sesi Business Forum on Strengthening Strategic Partnership between Indonesian SOEs/ROEs and Japanese Investors, yang menghadirkan pembicara dari Direktorat Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika BKPM, PT PII, JICA, dan JETRO, serta dipandu oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, memberikan gambaran komprehensif mengenai peluang kerja sama dan investasi sekaligus strategi penguatan kemitraan antara Indonesia dan Jepang.

Baca Juga  Komisi 3 DPRD Kota Bekasi: Stiker Efektif Tingkatkan Kepatuhan Membayar Pajak

Forum ini turut dihadiri secara langsung oleh perwakilan manajemen dari BUMN/BUMD pemilik proyek, antara lain PT PII, PT SMI, PT KAI, PT Pelindo, PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Waskita Toll Road, dan PT MRT Jakarta. Selain itu, PT PP dan Perumnas turut menyampaikan project showcase secara daring melalui Zoom.

Antusiasme terhadap forum ini juga terlihat dari kehadiran lebih dari 50 orang perwakilan dari sekitar 36 perusahaan Jepang, calon investor, lembaga keuangan, serta berbagai institusi Jepang diantaranya Sumitomo Corporation, Toyota Tsusho, Mizuho Bank, Tokyu JR East, SMBC, Penta Ocean dan lainnya. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan adanya minat yang kuat terhadap peluang investasi di Indonesia dan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui proses business matching, penjajakan kerja sama, serta pengembangan investasi yang lebih konkret antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang.

News Feed