“Dengan mencermati perkembangan ekonomi terkini serta prospek ke depan, arah kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menkeu.
Menkeu menegaskan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 juga membutuhkan sinergi kebijakan yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, sektor keuangan, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
“Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dunia usaha sehingga masing-masing instrumen dapat bekerja secara optimal, proporsional, dan saling menguatkan,” kata Menkeu.
Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Sektor Strategis
Sejalan dengan agenda tersebut, pemerintah juga mendorong optimalisasi sektor-sektor strategis, termasuk sektor minyak dan gas bumi. Upaya peningkatan lifting migas dilakukan melalui reaktivasi sumur tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan migas, pemanfaatan teknologi yang lebih maju, serta penguatan pengawasan untuk meningkatkan efisiensi operasi.
Di sisi lain, iklim investasi hulu migas akan terus diperbaiki melalui peningkatan kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi.
Reformasi Fiskal Berkelanjutan
“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” tegas Menkeu Purbaya.
Strategi ekonomi dan fiskal 2027 pada akhirnya diarahkan tidak hanya untuk mencapai target pertumbuhan, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam RAPBN 2027, Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada pada rentang 6–6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,3–4,87 persen, serta rasio gini pada rentang 0,362–0,367 persen. Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575. Pemerintah juga menetapkan sasaran peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan melalui perbaikan nilai tukar petani pada kisaran 126–128 dan nilai tukar nelayan pada kisaran 106–110.
“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang kuat, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 mampu tumbuh 6 persen dengan inflasi tetap terjaga,” pungkas Menkeu.










