oleh

Kemnaker: Pengalaman Belajar dan Bekerja di Jepang Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja

SIN.CO.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan bahwa kesempatan belajar dan bekerja di Jepang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga keterampilan, pengalaman, dan pemahaman terhadap budaya kerja yang dapat menjadi bekal peserta untuk menghadapi dunia kerja setelahnya.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan peserta perlu memanfaatkan kesempatan selama berada di Jepang untuk mempelajari keterampilan teknis, teknologi, disiplin, keselamatan dan kesehatan kerja, serta budaya dan cara kerja secara profesional.

“Kesempatan berada di Jepang ini tidak hanya dilihat untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga belajar mengenai keterampilan teknis, teknologi, disiplin, keselamatan dan kesehatan kerja, budaya dan cara kerja secara profesional. Karena pada akhirnya, keterampilan dan pengalaman yang kalian peroleh adalah aset yang akan kalian bawa sepanjang hidup,” ujar Cris saat berdialog dengan peserta Indonesia di IM Japan Training Center, Kasukabe, Jepang, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga  Diskominfo DKI Minta Tingkatkan Komunikasi dan Pers Nasional

Cris mengatakan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama di Jepang dapat menjadi bekal peserta untuk bekerja maupun mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Kesempatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan IM Japan yang telah berlangsung sejak 1992, yang ditindaklanjuti dengan pengiriman peserta magang Indonesia pertama datang ke Jepang pada 1993. Selama lebih dari tiga dekade, generasi muda Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengalaman kerja di Jepang.

Baca Juga  Anak Panti Sosial Berhasil Raih Prestasi di Pencak Silat Jakarta Open 2022

Seiring perkembangan sistem ketenagakerjaan di Jepang, kerja sama tersebut juga terus berkembang. Pemerintah Jepang saat ini sedang mempersiapkan perbaikan kebijakan dari Technical Intern Training Program (TITP) menjadi Ikusei Shurou atau Employment for Skill Development Program (ESDP).

“Kalian adalah generasi yang akan menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tutur Cris.

Cris berpesan agar peserta tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, komunikasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Peserta juga diminta menjaga kesehatan, saling membantu, serta menjaga nama baik Indonesia selama mengikuti program.

Baca Juga  Pradi Profesional Gandeng Kemenkes, Siap Advokasi Hak Kesehatan dan Mediasi Kasus Malpraktik

Ia berharap peserta dapat kembali ke Indonesia dengan membawa lebih dari sekadar tabungan, tetapi juga keterampilan, pengalaman, disiplin, dan kepercayaan diri yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan serta memberikan kontribusi bagi Indonesia.

News Feed