oleh

Kemenpora Perkuat Kesiapan Talenta Muda Hadapi Dunia Kerja melalui Wirasena Youth Career Hub 2026

SIN.CO.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyelenggarakan Wirasena Youth Career Hub 2026. Program ini menjadi wadah bagi talenta muda dari organisasi kepemudaan dan komunitas untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring karier.

Program tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang kompetitif, berkarakter, patriotik, gigih, serta memiliki empati.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah dalam rangka Kemenpora sebagai media bagi komunitas pemuda berupaya menghasilkan pemuda yang mampu bersaing secara hardskill dan softskill,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Rinilda di Media Center Kemenpora, Jakarta, Rabu (26/8).

Wirasena Youth Career Hub 2026 diikuti 50 peserta dari 10 organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung+. Para peserta mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi melalui pengembangan hard skill dan soft skill yang diberikan oleh para praktisi.

“Inilah yang membedakan program kita dengan program-program di luar sana, karena kita mensupport pembentukan karakter pemuda agar menjadi talenta muda yang siap berkompetisi, berkarakter, empatik, patriotik dan gigih,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kompetensi, peserta juga mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah untuk melengkapi curriculum vitae (CV). Program ini juga menjadi ruang bagi peserta memperluas jaringan dengan mentor, komunitas, dunia industri, dan dunia kerja.

Baca Juga  Pengurus DPD INTANI Provinsi Banten Periode 2021-2024 Resmi Dilantik

Jejaring tersebut diharapkan dapat membuka peluang pekerjaan sekaligus mendukung pengembangan karier para talenta muda di masa mendatang. “Harapan kita melalui kegiatan ini para pemuda kita lebih meningkat lagi kompetensi dirinya. Dan juga melalui kegiatan ini mereka akan lebih terbuka lagi wawasannya, jaringannya, komunikasinya baik dengan sesama peserta maupun dengan mentor dan narasumbernya,” kata Rinilda.

Menurutnya, Kemenpora ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja, tetapi juga karakter dan jejaring yang dapat mendukung perjalanan karier. “Yang terpenting kegiatan ini merupakan wadah karena kita Kemenpora selaku rumah pemuda telah memberikan jembatan bagi para peserta untuk menaikkan skill SDM pemuda Indonesia,” ujarnya.

“Pesan kami melalui kegiatan ini pemuda kita tetap menjadi pemuda yang tangguh, berkompetensi tidak hanya hardskill tapi juga pantang menyerah, mengedepankan jiwa nasionalisme dan juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baik untuk diri sendiri dan lingkungannya,” sambungnya.

CEO Better and Co, Aline Rosida Djumhana, yang hadir sebagai narasumber dalam tema ‘Eksplorasi Industri dan Realita Dunia Kerja’, mengingatkan peserta agar memahami tujuan dan pilihan karier setelah lulus kuliah. Menurutnya, setiap orang memiliki pilihan berbeda. Ada yang ingin bekerja di perusahaan, menjadi akademisi, pelayan publik, maupun membangun usaha sendiri. Setiap pilihan memiliki konsekuensi dan tantangan masing-masing.

Baca Juga  Kemenhub Perkuat Penegakan Hukum Lewat ETLE HUB

“Garis besarnya, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya ingin kita lakukan setelah lulus kuliah. Sebagian teman-teman mungkin ingin masuk dunia kerja, menjadi akademisi, pelayan publik, atau bahkan menjadi pengusaha. Masing-masing pilihan tentu memiliki konsekuensinya,” kata Aline.

Bagi mereka yang ingin masuk dunia kerja secara profesional, Aline menyebut ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, pencari kerja perlu memahami sektor industri dan organisasi yang dituju. Pilihannya beragam, mulai dari BUMN, pemerintahan, hingga perusahaan multinasional yang masing-masing memiliki budaya kerja berbeda.

Karena itu, menurut Aline, ada tiga hal utama yang perlu dipersiapkan. Pertama, memperbaiki CV agar dapat lolos sistem rekrutmen. Kedua, meningkatkan kemampuan teknis. Ketiga, memahami budaya organisasi yang dilamar. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menganggap kegagalan dalam proses rekrutmen sebagai tanda tidak memiliki kemampuan.

“Kalau kita tidak diterima di sebuah organisasi, belum tentu berarti kita tidak memiliki kemampuan. Bisa jadi budaya organisasi tersebut memang kurang sesuai dengan kita,” tuturnya.

Aline mengibaratkan setiap orang seperti pohon yang membutuhkan tanah yang tepat untuk tumbuh dan menghasilkan buah terbaik. “Jangan memaksakan pohon kelapa tumbuh di gunung atau pohon teh tumbuh di pesisir. Tantangan kita adalah mencari tahu apa yang kita inginkan dan menemukan tempat yang memungkinkan kita berkembang secara optimal sekaligus memberikan dampak terbesar,” ujarnya.

Baca Juga  Tri Adhianto Hadiri Acara Santunan Akbar di Masjid Al Muslimun

Menurut Aline, kemampuan belajar atau learning skill juga menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Ilmu yang diperoleh saat kuliah belum tentu seluruhnya relevan ketika seseorang memasuki dunia kerja. Karena itu, anak muda harus memiliki kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

“Sambil menunggu mendapatkan pekerjaan, kita juga bisa terus menambah ilmu dan meningkatkan kemampuan. Tunjukkan bahwa kita siap untuk belajar apa saja dan kapan saja,” katanya. Ia menekankan pentingnya memahami purpose in life atau tujuan hidup sebelum menentukan langkah karier.

“Pesan utamanya adalah pahami terlebih dahulu purpose in life atau tujuan hidup kita. Tentukan pilihan hidup secara sadar dan pertimbangkan ingin menjadi seperti apa di masa depan,” ujar Aline.

Setelah menentukan arah, generasi muda perlu melengkapi diri dengan kemampuan yang dibutuhkan dan tetap rendah hati untuk terus belajar. “Seperti prinsip stay foolish, stay hungry, kita tidak boleh merasa sudah cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini. Teruslah belajar dan berkembang,” pungkasnya.

News Feed