oleh

Menteri Trenggono Perkuat Budidaya Ikan Tematik untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

SIN.CO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan program budidaya ikan tematik sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan budidaya, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, program budidaya ikan tematik dirancang sebagai model pengembangan perikanan budidaya yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi desa sehingga mampu menciptakan kepastian usaha bagi pembudidaya sekaligus memperluas akses pasar hasil produksi.

“Budidaya ikan tematik menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi desa. Melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan, hasil produksi perikanan memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat,” ujar Trenggono saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Baca Juga  Ketua PHRI Banten Gs AShok Kumar Dukung Program Bersih Sungai JBS dan Pokja Konstituen Dewan Pers Banten

Di Kabupaten Blora, KKP mengembangkan budidaya ikan lele menggunakan teknologi kolam bioflok. Sebanyak 24 unit kolam bioflok berdiameter empat meter telah dibangun untuk mendukung produksi lele yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas, program budidaya ikan tematik juga diarahkan untuk memperkuat pasokan bahan baku protein bagi Program Makan Bergizi Gratis. Produksi lele dari kawasan tersebut untuk melayani empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Kamolan, Banjarejo, Mojowetan, dan Gempolrejo. Kebutuhan tersebut membuka peluang peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok pangan bergizi.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi: Pemindahan Pengelolaan SMA/SMK dari Provinsi ke Pemda Permudah Pengawasan

Menurut Trenggono, program budidaya ikan tematik diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor perikanan budidaya, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung target swasembada pangan nasional.

“Model budidaya ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi komoditas unggulan masing-masing wilayah, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran, Hutama Karya Fungsionalkan 3 Ruas Jalan tol Trans Sumatera

Program budidaya ikan tematik merupakan bagian dari strategi KKP dalam mengembangkan perikanan budidaya berbasis kawasan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, KKP mendorong terbentuknya rantai usaha perikanan yang terintegrasi mulai dari produksi, pemasaran, hingga pemanfaatan hasil budidaya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

News Feed