oleh

Pemkab Lebak Perluas Bantuan RTLH 2026: 267 Keluarga Dapat Rumah Lebih Layak

Program BSRS hadir wujudkan rumah sehat dan aman. Iwan Sutikno: Ini langkah nyata tekan kemiskinan ekstrem

LEBAK — Komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak menekan angka kemiskinan ekstrem kembali dibuktikan. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Perkim, Pemkab menambah kuota Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya BSRS tahun 2026. Sebanyak 267 kepala keluarga kini terdaftar sebagai penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni RTLH di berbagai kecamatan.

Peningkatan kuota ini menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini tinggal di rumah dengan atap bocor, dinding retak, lantai tanah, minim ventilasi dan cahaya. Kondisi RTLH selama ini berdampak langsung pada kesehatan anak, produktivitas orang tua, hingga rasa aman keluarga.

Baca Juga  Benyamin Pantau Vaksinasi Tenaga Medis

Kepala Dinas Perkim Lebak Iwan Sutikno menyampaikan, program ini bukan sekadar membangun fisik rumah. “Tahun ini kuota BSRS mencapai 267 kepala keluarga. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Kami ingin warga Lebak tinggal di rumah yang sehat, aman, dan layak huni, dan perlu di ingat bahwa semua program ini bisa berjalan karema Bupati Lebak M. Hasby JB yang sangat konsen dan fokus pada program ini yang langsung dirasakan masyarakat “ujar Iwan, Kamis 4/6/2026.

Kepala Dinas Perkim Lebak Iwan Sutikno

Bantuan Tepat Sasaran, Penyaluran Transparan
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta. Rinciannya Rp17,5 juta untuk material bangunan berkualitas dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Agar tepat sasaran, dana tidak disalurkan tunai. Pembayaran langsung dilakukan perbankan ke penyedia material yang sudah ditunjuk sesuai standar program.

Baca Juga  Waspada, Peristiwa Poso Jangan Sampai Merembet ke Daerah

Mekanisme bertahap juga diterapkan. Pencairan tahap berikutnya baru dilakukan setelah progres pembangunan mencapai persentase tertentu. Cara ini memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk renovasi rumah.

Dampak Nyata untuk Warga dan Lingkungan
Perbaikan RTLH memberi efek berantai. Secara fisik, rumah yang layak melindungi keluarga dari panas, hujan, dan risiko konstruksi. Anak-anak jadi lebih sehat, orang tua lebih produktif. Secara sosial, ruang yang nyaman membuat keluarga lebih betah di rumah dan interaksi dengan tetangga kembali hidup.

Baca Juga  Unjuk Keseriusan dengan Billy, Amanda: Kamu Buatku Bahagia dengan Hal Sederhana

“Rumah layak itu pondasi keluarga kuat. Kalau rumahnya sehat, warganya sehat. Kalau warganya sehat, Lebak bisa lebih maju,” tambah Iwan.

Pelaksanaan program sudah dimulai. Material bangunan mulai didistribusikan dan pengerjaan rumah berlangsung di beberapa titik. Pemkab Lebak juga masih membuka peluang tambahan kuota dari pemerintah pusat dan Provinsi Banten yang estimasinya mencapai ratusan unit.

BSRS 2026 jadi bukti Pemkab Lebak hadir untuk warganya. Rumah layak, hidup lebih baik, masa depan lebih cerah.(ADV)

News Feed