oleh

PDM Kabupaten Bekasi Siapkan 12 Lokasi Sholat Idul Fitri 1447 H

Bekasi-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi menyiapkan 12 lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri 1447 H yang tersebar di beberapa titik di Kabupaten Bekasi pada Jumat 20 Maret 2026. Hal ini sampaikan Dr Ferryal Abadi, Sekretaris PDM Kabupaten Bekasi yang diterima redaksi Senin (16/3).

Ferryal mengungkapkan Muhammadiyah Kabupaten Bekasi menyediakan 12 lokasi sholat Idul Fitri 1447 H di wilayah Kabupaten Bekasi. “Tidak hanya untuk warga Muhammadiyah tapi untuk seluruh masyarakat umum yang berada di Kabupaten Bekasi yang ingin sholat Idul Fitri pada Jumat 20 Maret 2026” ujarnya.

PDM Kabupaten Bekasi, lanjut Ferial mengajak semua masyarakat untuk merayakan lebaran Idul Fitri dengan penuh kegembiraan, saling memaafkan, mempererat silahturahmi dan berdoa untuk rakyat Palestina agar diberikan kemenangan. Selain itu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama musim mudik ini.

Adapun beberapa titik lokasi yang jadi pelaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H antara lain : PDM Kabupaten Bekasi, PCM Grand Wisata, PCM Cikarang Utara, PCM Tambun Utara, PCM Tambun Selatan, PCM Setu, PCM Cibitung, PCM Karang Bahagia, PCM Sukakarya, PCM Cibarusah, SD Muhammadiyah 01 Setu, SD Muhamamadiyah 02 Tambun Utara.

Baca Juga  Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus : Peringatan HKSN 2024 di Taman Firdaus Menjadi Tauladan Kemanunggalan Pemerintah dan Masyarakat.

Merujuk Kalender Hijriah Global Tunggal

Ferryal mengungkapkan sebagaimana diperkirakan sebelumnya penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini ada perbedaan dengan ketetapan pemerintah, “Muhammadiyah akan melaksanakan pada Jumat 20 Maret 2026, sedangkan Pemerintah kemungkinan pada Sabtu, 21 Maret 2026 (menunggu sidang isbat Kemenag)” ungkapnya.

Muhammadiyah dalam penetapan 1 Syawal 1447 H, merujuk hasil hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem yang menempatkan dunia sebagai satu kesatuan matlak. “Penerapan KHGT merupakan wujud komitmen ke arah penyatuan sistem penanggalan Hijriah” ujar Dosen Universitas Esa Unggul (UEU).

Baca Juga  Ekspor Bali Terkendala Akibat Masalah Kapal Meratus

Ferryal mengatakan saat ini umat Islam dunia belum memiliki sistem kalender yang sepenuhnya menyatukan penentuan waktu dalam skala global seperti penanggalan kalender masehi, “akibatnya perbedaan awal bulan hijriah masih kerap terjadi di berbagai kawasan”katanya. (*)

News Feed