oleh

Gelaran Music and Brain, Ungkap Pengaruh Musik terhadap Kecerdasan Otak

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadirkan kolaborasi antara musik dan sains dalam acara bertajuk “Music and Brain” yang diselenggarakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali, Minggu (11/1).

Bersama Tsinghua University dan Tsinghua South East Asia Center acara ini menjadi ajang berbagi pengetahuan para profesor, dan komunitas seni dari mancanegara tentang pengaruh musik terhadap kecerdasan otak.

“Music and Brain” tahun ini mengambil tema “Imaging Imagination: Musical Creativity and The Brain”, yang menghadirkan Charles Limb dari University of California, San Francisco (UCSF), sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan komunitas akademik mengenai hubungan antara musik, otak, dan kesehatan.

Membuka acara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menyampaikan bahwa musik merupakan satu hal yang disukai masyarakat umum. Musik membutuhkan proses otak, dan berdasarkan penelitian, musik memiliki pengaruh pada proses otak dan kesehatan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek dalam memberikan akses informasi mengenai perkembangan sains dan teknologi kepada masyarakat dan komunitas akademik.

Baca Juga  Ketua Umum Asosiasi PKL: Ekonomi Lesu dan Perketat Ikat Pinggang Penyebab Utama Mudik Lebaran 2025 Turun 24%

“Musik membawa persatuan bagi Indonesia, dan masyarakat Indonesia benar-benar mencintai musik dengan segala variasi dan keindahannya sebagai bagian dari budaya kita. Oleh karena itu, kecintaan terhadap musik dan ilmu pengetahuan, menurut saya, terwujud dalam mikrokosmos workshop Music and Brain ini,” tutur Wamen Stella.

Lebih lanjut, Wamendiktisaintek mengungkap kecintaan Presiden Republik Indonesia terhadap musik, serta dukungan Presiden terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan.

“Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo memiliki cinta yang besar terhadap musik. Jadi, Presiden Prabowo benar-benar memberikan contoh bagaimana musik merupakan sesuatu yang membawa persatuan. Ada juga cinta kedua Presiden Prabowo, yaitu ilmu pengetahuan. Kami di Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi bekerja keras untuk mewujudkan visinya. Terakhir, kita semua tahu bahwa otak dan musik adalah hal yang mempersatukan kita secara internasional,” ujar Wamen Stella.

Musik dan Kesehatan Mental

Baca Juga  Penghargaan SMSI: Azyumardi Azra Pelopor Pers Merdeka

Dalam perspektif neurosains, Charles Limb menekankan bahwa musik memiliki peran yang melampaui fungsi hiburan semata. Menurutnya, keberadaan musik di hampir seluruh budaya manusia menunjukkan bahwa musik memiliki makna biologis yang mendasar, khususnya dalam kaitannya dengan kesehatan mental dan hubungan sosial.

“Semua budaya sepanjang keberadaan manusia pada dasarnya memiliki musik. Keberadaannya sepanjang sejarah manusia menyiratkan bahwa musik penting pada tingkat biologis yang sangat mendasar,” papar Charles Limb.

Ia juga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas bermusik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan otak, tanpa menekankan kemampuan teknis atau tujuan tampil, melainkan pada proses berpikir musikal yang dinilainya bermanfaat bagi fungsi otak.

Sementara itu, Director of Tsinghua Lab of Brain and Intelligence, Xiaoqin Wang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam penelitian otak dan kecerdasan. Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan menjadi faktor penting dalam memahami cara kerja otak manusia.

“Ada banyak area potensial untuk kolaborasi dalam neurosains dan penelitian otak. Ketika kita melihat individu yang hidup dalam lingkungan budaya yang berbeda di Tiongkok dan Indonesia, otak kita mencerminkan budaya dan latar belakang yang berbeda. Dengan berkolaborasi dengan ilmuwan, musisi, dan dokter di Indonesia, kami percaya kita dapat memahami lebih dalam apa yang membuat otak beradaptasi dengan lingkungan budaya yang berbeda,” ujar Xiaoqin Wang.

Baca Juga  Menteri Mundur Lebih Terhormat, Presiden KAI: Desak Jokowi Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

Lebih lanjut, Xiaoqin Wang menambahkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi di Tiongkok dapat memperkuat kerja sama penelitian dengan Indonesia. Sementara itu, keragaman budaya, kondisi geografis, dan konteks sosial Indonesia dinilai memberikan peluang unik dalam studi neurosains. Kolaborasi ini juga membuka akses bagi peneliti Indonesia terhadap teknologi, komputasi, dan kecerdasan buatan untuk mendorong pengembangan riset berbasis komunitas.

Ajang tahunan Music and Brain yang digelar Kemdiktisaintek ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman hubungan sains dan teknologi di Indonesia dengan bidang kesenian khususnya musik dan bidang neurologi, juga meningkatkan pemahaman publik mengenai manfaat musik terhadap otak dan Kesehatan.

News Feed