oleh

Kemenperin-KP2MI Buka Peluang SDM Industri Kompeten Berkarier di Luar Negeri

SIN.CO.ID – Kementerian Perindustrian serius dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendukung program prioritas dan direktif Presiden Prabowo Subianto melalui SMK Go Global, yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

“Pendidikan vokasi adalah investasi untuk masa depan. Dengan SDM yang kompeten dan unggul, industri kita akan tumbuh lebih produktif, tangguh, dan berdaya saing global,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut Agus, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing sektor industri nasional. Terlebih, transformasi industri dan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja berlangsung semakin cepat sehingga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

 

Sebagai langkah nyata mendukung SMK Go Global, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Sinergi tersebut mengintegrasikan penguatan kompetensi teknis SDM dengan pembukaan akses terhadap peluang kerja di luar negeri.

Baca Juga  Menteri BUMN Beli Peternakan Sapi di Belgia

 

Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin Emmy Suryandari menyampaikan, kolaborasi kedua kementerian menjadi langkah strategis karena masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi dalam mempersiapkan SDM Indonesia yang kompeten sekaligus memastikan penempatannya dilakukan secara aman dan terlindungi.

“Sinergi antara Kementerian Perindustrian dan KP2MI ini merupakan salah satu kolaborasi yang sangat ideal dan saling melengkapi. Kementerian Perindustrian dapat berperan dalam menyiapkan keterampilan dan kompetensi teknis atau hard skills SDM industri, sedangkan KP2MI berperan membuka akses pasar kerja, menempatkan lulusan, serta memberikan payung pelindungan bagi para pahlawan devisa,” ungkap Emmy dalam Kick Off SMK Go Global di Jakarta.

Program SMK Go Global dirancang untuk menyiapkan lulusan SMK dan masyarakat umum agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu bekerja di luar negeri secara aman, prosedural, kompeten, dan memiliki daya saing global.

 

Baca Juga  GEMAR Hidupkan CFD Kota Malang, Aktivitas Olahraga dan UMKM Warga Makin Bergeliat

Emmy mengapresiasi langkah dan komitmen KP2MI dalam memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia, khususnya melalui transformasi dari tenaga kerja berkeahlian rendah menuju tenaga kerja terampil yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.

 

Dari Pelatihan hingga Penempatan

SMK Go Global tidak berhenti pada penyelenggaraan pelatihan. Program tersebut dirancang dalam sebuah ekosistem yang mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, sertifikasi kompetensi, job matching, hingga penempatan peserta di negara tujuan.

Sejumlah negara dan wilayah yang telah dipetakan sebagai tujuan utama antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, Taiwan, dan Maladewa. Pemetaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kompetensi yang diberikan kepada peserta sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di masing-masing negara tujuan

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, SMK Go Global tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan calon pekerja migran, tetapi juga menjadi instrumen pelindungan sejak tahap awal.

“SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” paparnya

Baca Juga  Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

Mukhtarudin menjelaskan, program SMK Go Global memiliki peluang strategis dengan mempertimbangkan besarnya jumlah penduduk usia produktif Indonesia. Pada saat bersamaan, sejumlah negara di Asia dan Eropa menghadapi kekurangan tenaga kerja produktif akibat penuaan populasi.

“Pemerintah tetap memprioritaskan penyediaan lapangan kerja di dalam negeri. Tetapi bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, kita siapkan fasilitas dan aturan agar mereka dapat bekerja secara resmi, aman, dan terlindungi,” kata Mukhtarudin.

Kemenperin selama ini terus mengembangkan pendidikan vokasi industri untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah sistem pendidikan link and match yang diadopsi dari Swiss, dengan menghubungkan proses pendidikan dan pelatihan secara erat dengan kebutuhan nyata sektor industri.

Penerapan sistem tersebut ditujukan agar peserta didik memperoleh kompetensi yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan industri sehingga setelah lulus mereka memiliki kesiapan untuk bekerja serta mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.

Sistem pendidikan vokasi industri tersebut telah diimplementasikan di seluruh unit pendidikan Kemenperin yang terdiri atas 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK.

News Feed