SIN.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat Lampung menjadi modal besar bagi perkembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung. Menurutnya, potensi budaya, sosial, dan masyarakat yang kondusif dapat menjadi lingkungan yang subur bagi tumbuhnya tradisi keilmuan dan lahirnya para ilmuwan.
Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung, di Gedung Academic Centre UIN Jurai Siwo Lampung, pada Sabtu (8/8/2026).
Menag mengatakan, perguruan tinggi tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah dari masyarakat. Karena itu, kekayaan budaya dan kehidupan sosial di sekitarnya dapat menjadi sumber kekuatan dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Harapan saya ke depan adalah UIN Jurai Siwo Lampung semakin berkembang di daerah yang subur ini,” ujar Menag saat doorstop bersama awak media usai menghadiri rangkaian peresmian UIN Jurai Siwo Lampung.
Menurut Menag, Lampung memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan pendidikan tinggi. Salah satu kekuatan tersebut adalah kekayaan seni dan budaya yang masih hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Tidak kalah penting, tadi kita juga melihat bagaimana kesenian dan budaya menjadi bagian yang hidup dalam masyarakat Lampung. Kekayaan budaya lokal merupakan modal besar bagi kemajuan sebuah daerah,” katanya.
Menag menilai suasana masyarakat yang aman dan kondusif juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Ketika masyarakat hidup dalam kedamaian, energi dan perhatian dapat diarahkan untuk mengembangkan pendidikan, ilmu pengetahuan, serta berbagai bidang kehidupan lainnya.
Ia bahkan membandingkan dengan Kawasan Timur Tengah. Di tengah situasi yang kurang aman, mereka saat ini lebih fokus pada menciptakan perdamaian dibandingkan mengembangkan ilmu yang menjadi kekuatan mereka di masa lalu, “Kasihan kawasan Timur Tengah, banyak energi mereka tersita untuk peperangan. Karena peperangan melahirkan jenderal, tetapi ketenangan melahirkan profesor,” ungkapnya.
Karena itu, Menag berharap transformasi UIN Jurai Siwo Lampung dari institut menjadi universitas dapat berjalan seiring dengan penguatan tradisi keilmuan. Kekayaan budaya Lampung, menurutnya, dapat menjadi salah satu modal penting bagi kampus untuk mengembangkan kajian akademik yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengukuhkan lima guru besar UIN Jurai Siwo Lampung, yakni Prof. Dr. Siti Zulaikha, S.Ag., M.H., dalam bidang Ilmu Hukum Perkawinan; Prof. Dr. Dri Santoso, M.H., dalam bidang Pemikiran Hukum Keluarga Islam; Prof. Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., dalam bidang Manajemen Lembaga Pendidikan Islam; Prof. Husnul Fatarib, Ph.D., dalam bidang Ushul Fikih; serta Prof. Imam Mustofa, M.S.I., dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah Kontemporer.
Lima guru besar tersebut diharapkan semakin memperkuat sumber daya intelektual UIN Jurai Siwo Lampung, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dengan dukungan sumber daya intelektual yang semakin kuat dan kekayaan budaya yang dimiliki Lampung, UIN Jurai Siwo diharapkan mampu tumbuh menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pengembangan daerah.








