oleh

Kemenperin Perkuat Peran IKM dalam Industri Kendaraan Listrik Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada investasi industri besar, tetapi juga perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi IKM untuk berpartisipasi dalam rantai pasok nasional.

Menurut Agus, keterlibatan IKM komponen otomotif sangat penting untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di tengah percepatan transisi energi bersih.

“Ekosistem kendaraan listrik harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kemitraan antara IKM komponen otomotif dan industri kendaraan listrik terus diperkuat agar semakin banyak komponen lokal yang terserap dalam proses produksi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/6).

Ia menambahkan, pertumbuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat perlu dibarengi dengan penguatan rantai pasok domestik guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Baca Juga  Prabowo-Gibran Unggul dengan 58,72% Suara Real Count KPU

Sebagai upaya konkret, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan pelaku IKM dengan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik melalui kegiatan temu bisnis. Program tersebut melibatkan produsen kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.

Melalui forum tersebut, pelaku IKM memperoleh kesempatan untuk memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang dibutuhkan, serta peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, mengatakan perkembangan industri kendaraan listrik membuka peluang besar bagi IKM nasional untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksinya.

“Kami memfasilitasi pertemuan langsung antara IKM dan pelaku industri kendaraan listrik agar tercipta kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan,” kata Reni.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 mencapai 33.150 unit atau tumbuh 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah bus listrik hingga April 2026 tercatat sebanyak 798 unit, sedangkan populasi motor listrik pada Februari 2026 mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total kendaraan listrik nasional.

Baca Juga  Pernyataan Pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh peningkatan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di berbagai daerah.

Kemitraan dengan Industri Besar

Pada sektor kendaraan listrik roda dua, kegiatan temu bisnis digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan Polytron

dan melibatkan 60 pelaku IKM komponen alat angkut.

Dari pertemuan tersebut, sejumlah peluang kerja sama mulai dijajaki antara Polytron dengan organisasi pelaku industri komponen seperti PIELLOT, PIKKO, dan APEK untuk memasok berbagai kebutuhan komponen, mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.

Selain itu, PT Pindad (Persero)

juga melakukan pembahasan lanjutan dengan sejumlah IKM terkait peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional.

Sementara pada sektor kendaraan listrik roda empat dan kendaraan komersial, kegiatan serupa digelar di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan Wuling Motors Indonesia

Baca Juga  Pegawai KPK Mengajukan Permohonan Uji Materiil Ke Mahkamah Konstitusi

dan VKTR Teknologi Mobilitas

. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 70 IKM komponen dengan produsen kendaraan listrik untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi mobil, bus, dan truk listrik.

Reni menegaskan bahwa temu bisnis tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka akses IKM ke rantai pasok kendaraan listrik, baik di pasar domestik maupun global.

“Kami ingin memastikan IKM dalam negeri tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan sebagai pemasok komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” ujarnya.

Selain memperkuat kemitraan industri, Ditjen IKMA juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna. Materi pelatihan mencakup pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan kendaraan listrik, praktik servis, hingga penerapan standar keselamatan kerja.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kemenperin berharap industri kendaraan listrik nasional dapat tumbuh lebih kuat, mendukung agenda transisi energi, mempercepat ekonomi hijau, serta meningkatkan kemandirian industri otomotif Indonesia.

News Feed