oleh

Open House Sekolah Rakyat di Manado, Gus Ipul Apresiasi Penampilan dan Kepercayaan Diri Siswa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri kegiatan Open House di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/6). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan perkembangan pembelajaran kepada orang tua, calon siswa, serta masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul menyaksikan berbagai penampilan yang dipersembahkan para siswa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah atraksi wushu yang menampilkan keterampilan seni bela diri tradisional Tiongkok dengan gerakan dinamis dan penuh ketangkasan.

Para siswa tampil mengenakan kostum berwarna cerah dengan motif khas. Mereka memperagakan berbagai teknik bela diri seperti tendangan, pukulan, lompatan akrobatik, hingga penggunaan senjata tradisional berupa pedang, tombak, dan kipas.

Baca Juga  Ketua KI DKI Jakarta : Harapan Baru Kepemimpinan Ketua DPRD Prioritaskan Ranperda KIP

Menurut Gus Ipul, penampilan para siswa menunjukkan hasil positif dari proses pembelajaran yang telah berjalan sejak program Sekolah Rakyat dimulai pada Juli 2025. Ia menilai para siswa kini terlihat lebih percaya diri dan memiliki kondisi fisik yang semakin baik.

“Program Sekolah Rakyat sudah berjalan sejak tahun lalu di 166 lokasi, termasuk di Kota Manado. Sebagian hasil pembelajaran sudah dapat disaksikan melalui berbagai penampilan siswa yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kebugaran mereka,” ujarnya usai acara.

Selain atraksi wushu, kegiatan juga dimeriahkan dengan beragam penampilan lain seperti baris variasi, tari Kabasaran khas Sulawesi Utara, pidato dalam bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, serta pembacaan puisi.

Baca Juga  Kendaraan umum Masuk Jakarta Berkurang sampai 19% Selama PSBB Jilid 2

Gus Ipul menegaskan bahwa keberanian siswa untuk tampil di hadapan publik merupakan karakter positif yang perlu terus dikembangkan melalui dukungan dan pembinaan berkelanjutan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Ia juga menyoroti latar belakang lahirnya program Sekolah Rakyat, yakni masih adanya anak-anak usia sekolah yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal, baik karena belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Menurutnya, pemerintah melalui arahan Presiden berupaya memberikan dukungan kepada keluarga yang masuk dalam kelompok Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas melalui Sekolah Rakyat.

Open House tersebut menjadi sarana bagi masyarakat, pemerintah daerah, serta orang tua calon siswa untuk melihat langsung aktivitas dan perkembangan pembelajaran yang berlangsung di Sekolah Rakyat.

Baca Juga  Wabah Corona Kian Menggila, Syaiful Bokhari: Jangan Nekat Pakailah Maskermu!

Antusiasme juga datang dari para orang tua yang hadir. Salah satunya, Olivia Susanti Wemben, yang berharap putranya dapat diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat. Ia mengaku program tersebut memberikan harapan baru bagi keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Sekolah Rakyat menjadi kesempatan besar bagi anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Pemerintah Kabupaten Minahasa, jajaran Kementerian Sosial, serta sejumlah staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial.

News Feed