oleh

Wamendagri Bima Dorong Pemda Percepat Digitalisasi UMKM

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya terobosan konkret dari setiap kepala daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui percepatan digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, percepatan digitalisasi UMKM menjadi langkah strategis agar produk lokal tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta selaras dengan pola konsumsi generasi masa kini.

“Tinggal bagaimana caranya kita penetrasi masuk ke algoritma kekinian melalui digital marketing, meminta anak-anak muda melakukan inovasi, berkreasi supaya bisa masuk pasar mereka,” ujarnya dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026 yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, NTB, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga  Gerindra Targetkan Prabowo-Gibran Menang 63 Persen di Lampung

Lebih lanjut, Bima Arya menjelaskan bahwa penguatan sektor UMKM memerlukan dukungan inovasi yang terpadu, terutama untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi para pelaku usaha.

Ia menjabarkan, sejumlah tantangan tersebut meliputi keterbatasan teknologi produksi yang masih konvensional serta lemahnya kapasitas manajerial dalam pengelolaan usaha, termasuk dalam memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Baca Juga  PERADI Sumatera Barat Bergerak, UPA 2025 Digelar, 66 Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat

Karena itu, ia menegaskan bahwa kepala daerah bersama seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) harus mampu menghadirkan strategi inovatif guna memperkuat basis ekonomi lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Salah satu tugas utama dari kepala daerah beserta jajaran pemerintah daerah adalah berpikir keras melakukan inovasi untuk menggenjot PAD dan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, Bima juga menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing. Menurutnya, kolaborasi antara Pemda, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta komunitas lokal penting dilakukan untuk mengkurasi produk unggulan agar memiliki karakteristik khas, kualitas yang terjaga, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun digital.

Baca Juga  Relawan Perisai Prabowo Siapkan Tiga Pilar Aksi Untuk Menangkan Pilpres 2024

Bima juga menyampaikan optimismenya terhadap besarnya potensi lokal yang dimiliki wilayah NTB, khususnya Lombok. Menurutnya, kekayaan produk daerah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung strategi pemasaran yang tepat dan inovatif.

“Di NTB, di Lombok ini saya melihat potensinya besar ya, bukan saja kain-kain begitu ya, tetapi banyak produk-produk kuliner juga yang harusnya bisa bersaing,” pungkasnya.

 

News Feed