oleh

Rangkul Keberagaman, PSMTI DKI Rayakan Imlek 2026 dengan Semangat Persatuan

Semangat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili terasa hangat dalam “Malam Gala Perayaan Musim Semi 2026” yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) DKI Jakarta di Restoran Golden Sense, Mangga Dua Square, Minggu malam(22/2/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan pelestarian budaya Tionghoa di tengah keberagaman Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi, termasuk Zheng Jie dari Konsulat Jenderal Tiongkok, Rusli Gunawan selaku Ketua Umum Persatuan Guangdong Indonesia, serta Ketua Umum INTI Teddy Sugianto serta para tokoh dan undangan lainnya.

Dari jajaran Pengurus Pusat PSMTI turut hadir Ketua Dewan Pengawas Lucas, SH., CN., Ketua Dewan Pertimbangan David Herman Jaya, Ketua Dewan Penyantun Abraham Rudy Hartono, Ketua Harian I Martinus Johnnie Sugiarto, Ketua Harian II Djoni Toat, serta sejumlah Wakil Ketua Umum dari berbagai departemen. Kehadiran para pengurus pusat dan daerah menunjukkan soliditas organisasi dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga  Draf Peraturan Presiden Tentang Media: Organisasi Pers Siber Terbesar di Indonesia Sejalan dengan Google

Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta menegaskan bahwa momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api menjadi simbol kekuatan dan persatuan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

“Kami melihat Tahun Kuda Api ini sebagai kekuatan untuk semakin bersatu. Pada malam ini kita berkumpul bersama seluruh ketua-ketua marga se-Indonesia. Ini menjadi momentum penting untuk mempererat jalinan persaudaraan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Wilianto menyampaikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat Tionghoa, terutama komunitas marga yang tergabung dalam PSMTI. Ia berharap momentum Imlek menjadi penguat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat persatuan. “Pesan kami kepada seluruh masyarakat Tionghoa, khususnya marga-marga, mari kita terus menjalin silaturahmi, bersatu, dan saling menghargai, tidak hanya antar sesama, tetapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kita harus melihat kebersamaan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” pesannya.

Hal senada juga disamapikan Ketua PSMTI Provinsi DKI Jakarta Suwarno Hardjo Setio. Suwarno menilai Tahun Kuda Api sebagai simbol semangat yang membara dan energi baru untuk memperkuat persatuan. Ia berharap momentum Imlek kali ini dapat menjadi titik tolak bagi masyarakat Tionghoa untuk semakin bersinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Baca Juga  Ketahanan Keluarga Jadi Sorotan di Milad ke-27 ForHati Kaltim

“Di Tahun Kuda Api ini, kita berharap semangat yang membara dapat menyatukan dan mendorong kita semua untuk bersinergi dengan masyarakat Indonesia secara luas. Kita perlu bersatu dan bahu-membahu menghadapi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil serta berbagai bencana yang terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PSMTI DKI Jakarta bersama para pengurus dan pendukung, terus berupaya menghimpun dana guna memperkuat kegiatan sosial. Bantuan tersebut difokuskan bagi masyarakat kurang mampu dan mereka yang membutuhkan uluran tangan.

“Kami sedang menghimpun dana dan terus bergerak dalam kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Program bantuan bagi warga kurang mampu sudah berjalan dan akan terus kami tingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penyantun PSMTI DKI Jakarta Hendy Surjanto menegaskan bahwa perayaan Imlek sejatinya bukan hanya milik satu etnis atau kelompok tertentu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dari berbagai suku dan agama untuk bersama-sama merayakan dan menikmati kebahagiaan Tahun Baru Imlek sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Baca Juga  RELAWAN PERISAI PRABOWO, GELAR RAPIMNAS PERTAMA DI YOGYAKARTA

“Imlek bukan hanya milik satu kelompok saja. Kami ingin mengajak sahabat-sahabat dari berbagai suku dan agama untuk turut merasakan kebahagiaan ini. Dengan kebersamaan dan saling pengertian, kita dapat memperkuat persatuan dan menambah warna dalam keberagaman Indonesia,” tegasnya.

Perayaan semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan para pelajar Sekolah Pelita. Mereka membawakan tarian tradisional Tiongkok dan Indonesia yang memadukan keindahan gerak dengan kostum bernuansa merah dan emas, warna yang identik dengan keberuntungan dan kemakmuran dalam tradisi Imlek. Selain itu, penampilan paduan suara serta lantunan lagu-lagu Mandarin turut menghidupkan suasana, disambut tepuk tangan meriah para tamu. ***

News Feed